ANGIN PATAH DAN RINDU YANG TEMARAM

(Maurice Morghan Nikmat)

 

Jika mencintaimu adalah berkah maka kehilangan haruslah petaka yang lekas dicecap

Tiada lagi sulur yang mengutus mekarnya ke penjuru segala arah

Tiada lagi cahaya yang biasnya ditiupkan ke pelupuk mataku

Bunga di taman takkan kupetik

Angin di langit tiada mengalir, awan temaram berkabung dalam sunyi

Onak dan duri pun enggan menitip salam jumpa

Di taman, angin patah rindu temaram!

Jika mencintaimu jadikanku ngilu maka kepayang adalah pasrah yang paling tulus

Lihat saja ayunan pintu di rumahku

Berbalas hampa bertepuk sendiri

Derapnya serupa gaunmu ketika menyapa pangkuanku

Kala itu ketika kau masih kekasih dalam pelukku

Di rumahku, angin patah rindu temaram!

Jika kehilanganmu adalah doa ijinkan aku menyudahinya dengan setumpuk tangis

Karna kesendirian telah mengajariku sebuah tipuan sederhana

Bagaimana mencintai diriku sendiri

meski, angin patah rindu temaram

Kubur saja dalam kenangan!

 

Medio Mei 2016,

Di puncak surga ketiga

Pada senja yang menggairahkan

Kala birahi memenjarakan kata

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s