ADA GELAYUT CUMBUMU SEPANJANG KOTAKU

(Maurice Morghan Nikmat)

Ada gelayut cumbumu sepanjang kotaku

Yang menjadikan doa tentangmu tak lekas kuamini

Penjuru segala arah yang memasung mata hinggap di pundak kita

Antara kuncirmu yang ranum dan tandus bibirku, kita bakar tatap jadi layu

Cumbumu yang birahi itu masih lekat dalam ingatanku

Meski kelebat bibirmu tak habis dicecap malam

Bagai sulur Doaku dimangsa waktu terbang entah kemana

Sbab antara rindu dan dengki cinta ini bermekaran tiada henti

Kemanakah kan menepi semua puisi yang mekar dalam bejana rindu ini

Di kotaku, Siluet rupamu usai direnda

Bibir yang mengaduh usai pula dibingkai candu syair yang gelisah

Rona pipi lembut urung diseka anginku yang senja

Binar nanar mata makin terhenyak gelap kota

Oh kekasih, cumbumu masih bergelayut sepanjang kotaku hingga kepayang dalam tanya yang membisu

Jika kematian menantiku di penghujung malam ini

Biarlah cumbumu bermekaran dan terus bergelayut sepanjang kotaku

Karna kuyakin, antara gelisahmu dan kota itu tlah lahir cumbu birahi yang takkan pernah tandus

 

Medio Mei 2016,

Di puncak surga ketiga

Pada senja yang menggairahkan

Kala birahi memenjarakan kata

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s