EKSIBISIONISME: PENODAAN TERHADAP PRIBADI MANUSIA SEBAGAI CITRA ALLAH YANG MULIA DAN ISTIMEWA

EKSIBISIONISME: PENODAAN TERHADAP PRIBADI MANUSIA SEBAGAI CITRA ALLAH YANG MULIA DAN ISTIMEWA

(oleh: Maurice Morghan Nikmat)

 

Pengantar

Seksualitas adalah salah satu hal yang urgent dan tidak dapat terlepas dari pribadi manusia. Entah dalam skala yang besar ataupun kecil, dorongan seksual selalu ada dalam tubuh manusia. Oleh karena dorongan seksual itu senantiasa menuntut manusia untuk memenuhinya maka ada sebagian orang yang mampu menyalurkannya secara baik namun ada pula yang gagal menyalurkannya secara baik dan tepat. Pengungkapan dan penyaluran dorongan seksual yang lain, aneh dan menyimpang inilah yang kemudian menjadi permasalahan dalam masyarakat. Maka dalam tulisan sederhana ini, saya merefleksikan bentuk kelainan seksual; eksibisionisme sebagai bentuk penodaan terhadap pribadi manusia sebagai citra Allah yang mulia dan istimewa.

 

Eksibisionisme: Penodaan Terhadap Pribadi Manusia Sebagai Citra Allah Yang Mulia Dan Istimewa

Manusia pada dasarnya diciptakan secara istimewa, unik dan seturut gambar dan rupa Allah. Kekhasan dan perbedaan yang melekat pada pribadi manusia dipandang sebagai unsur yang mempersatukan pribadi manusia (pria dan wanita) dalam ikatan dan persekutuan cinta kasih yang sejati. Melalui persahabatan yang intim, kita manusia menyadari diri sebagai ciptaan yang luhur, menyejarah dan tidak bisa hidup tanpa orang lain. Melalui persahabatan yang intim antara sesama manusia yang berlawanan jenis (pria kepada wanita dan sebaliknya) masing-masing pribadi menyadari keunikannya pribadinya sendiri serentak mengakui keunikan pribadi yang lain juga merasa bahwa ada segelintir kekurangan yang hanya bisa dilengkapi oleh pribadi yang lain lewat relasi cinta yang sejati. Lebih lanjut, kesediaan mengakui kelebihan dan keunikan orang lain akan menghantar setiap pribadi kepada rasa cinta yang luhur dan kudus serta mampu membawa manusia memasuki persekutuan cinta yang kudus dan ilahi secara benar.

Dewasa ini berbagai bentuk ketimpangan seksual terjadi dan melanda sekian banyak pribadi manusia. Sebagian besar manusia yang telah terjerat dan jatuh dalam ketimpangan seksual ini tidak dapat bangun dan kembali lagi kepada kehidupan yang normal tetapi ada juga sekian banyak orang yang telah mampu berbalik dari kesesatan seksual yang telah dijalaninya sekian lama. Bentuk deviasi seksual yang ingin saya tekankan di sini ialah eksibisionisme.

Melalui pergulatan dan refleksi tentang tema eksibisionisme ini, saya berhasil sampai kepada titik permenungan bahwa manusia yang pada dasarnya adalah makhluk ciptaan Allah yang unik, istimewa dan sesuai citra Allah tidak boleh terlibat dalam bentuk-bentuk ketimpangan seksual seperti eksibisionisme ini. Setidaknya ada beberapa alasan yaitu; pertama, tindakan eksibisionisme sangat bertentangan dengan prinsip seksualitas kristiani yang sangat menekankan cinta kasih, persekutuan kudus dan saling memberi dan melengkapi dalam cinta. Kedua, eksibisionisme terkesan menekankan kekerasan dan bentuk paksaan dorongan pribadi tanpa memikirkan pribadi sasaran tindakannya. Ketiga, karna bentuk eksibisionisme jelas sekali tidak mencerminkan relasi cinta. Hanya ada bentuk egoism dan kekerasan sepihak di sana.

Dari ketiga alasan inilah saya memperkuat pemikiran dan refleksi saya tentang pribadi manusia yang pada dasarnya adalah gambar dan rupa Allah sehingga tidak boleh ada satu pribadi pun yang merendahkan apalagi melakukan tindakan kekerasan berbasis seksual yang dapat mencederai, melukai, menyakiti dan membuat martabatnya ternodai dan dilecehkan. Maka secara tegas, saya mengutuk tindakan eksibisionisme seperti ini karena dari segi kemanusiaan amat tidak menunjukkan relasi cinta dan persekutuan hubungan yang berlandaskan kasih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s